Kabar mengejutkan muncul dari dunia hiburan Korea Selatan, terutama bagi penggemar Song Min Ho atau dikenal sebagai Mino dari grup Winner. Pada 16 Oktober 2026, Administrasi Sumber Daya Manusia Militer Korea Selatan mengumumkan bahwa mereka sedang mempertimbangkan untuk memperpanjang masa wajib militer rapper ini, menyusul berbagai masalah hukum yang dihadapinya.
Keputusan ini terpaksa diambil mengingat Mino sebelumnya telah dijatuhi hukuman satu tahun penjara, yang diberlakukan dengan masa percobaan selama dua tahun akibat kelalaiannya dalam memenuhi kewajiban militer. Kasus ini kian menarik perhatian publik dan menimbulkan diskusi hangat di kalangan penggemar dan masyarakat umum.
Mino ditugaskan sebagai petugas pelayanan publik di Mapo Facilities Management Corporation mulai Maret 2023. Dalam tugasnya, dia diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi kesejahteraan warga Mapo hingga Desember 2024.
Pengabaian Tugas dan Pelanggaran yang Terjadi
Selama masa wajib militernya, Mino dilaporkan sering melanggar peraturan yang berlaku. Banyak laporan menunjukkan bahwa dia menghindari tugas-tugas yang menjadi kewajibannya, yang sebagian besar disebabkan oleh statusnya sebagai seorang selebritas.
Bukannya menjalankan tugasnya, Mino justru menghabiskan waktu untuk bermain game dan merokok sebelum menyelesaikan pekerjaan. Hal ini menambah daftar pelanggaran yang dia lakukan selama menjalani wajib militer, yang seharusnya menjadi momen untuk melatih disiplin dan menjalani kehidupan dengan lebih bertanggung jawab.
Dari total 430 hari kerja tanpa menghitung akhir pekan dan hari libur, Mino tercatat membolos sebanyak 102 hari. Bahkan, pada bulan Juli tahun lalu, mantan anggota Winner ini hanya hadir di tempat kerja selama 4 hari dari total 23 hari yang dijadwalkan.
Pihak yang Terlibat dalam Kasus Ini
Kasus Mino juga melibatkan individu lain yang diduga memperlakukan dia secara istimewa selama menjalani wajib militer. Seorang manajer fasilitas yang dikenal sebagai Bapak A dituduh memanipulasi catatan kehadiran Mino untuk memberikan kemudahan yang seharusnya tidak dia dapatkan.
Bapak A diduga menulis catatan kerja Mino secara manual, memberikan kesan bahwa rapper ini hadir di tempat kerja padahal kenyataannya tidak. Tindakan ini tentunya mencoreng nama baik layanan militer dan menimbulkan berbagai spekulasi mengenai integritas lembaga yang bertanggung jawab atas pelatihan wajib militer di Korea Selatan.
Penyelidikan yang lebih lanjut dari pihak berwenang diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai kasus ini. Bukan hanya Mino yang perlu bertanggung jawab, tetapi juga mereka yang terlibat dalam manipulasi catatan dan memberikan perlakuan khusus.
Dampak terhadap Karier dan Kehidupan Pribadi Mino
Situasi ini tidak hanya berdampak pada status militer Mino, tetapi juga berpotensi merusak karier musiknya. Banyak penggemar yang merasa kecewa dan bingung atas perilakunya, yang dianggap tidak mencerminkan sikap seorang publik figur.
Mino harus menghadapi konsekuensi dari tindakan yang diambilnya, yang bisa berdampak pada reputasinya di industri musik. Sementara itu, para penggemar menantikan dengan penuh harap langkah selanjutnya yang akan diambil oleh rapper ini dalam menghadapi masalah hukum yang berkepanjangan.
Dengan semua masalah yang dihadapi, Mino memiliki tanggung jawab besar untuk memperbaiki kesan publik tentang dirinya serta menunjukkan bahwa dia mampu belajar dari kesalahan yang telah dibuatnya. Proses rehabilitasi dan pembuktian diri ini menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya ke depan.


