Desainer kebaya terkenal, Anne Avantie, baru-baru ini meluncurkan karya istimewa berupa jubah Kanak-Kanak Yesus yang terbuat dari perca batik. Jubah ini berjudul Tresna Suci dan akan dipersembahkan di Praha, Republik Ceko, dalam sebuah acara bermakna. Karya ini menjadi simbol cinta dan persatuan dari Indonesia yang akan diutarakan melalui keindahan tekstil lokal.
Acara peluncuran jubah ini berlangsung di Grha Besuki, Jakarta Pusat, dan dikemas dalam bentuk konferensi pers yang melibatkan Komunitas Kebaya Menari. Terinspirasi oleh kekayaan budaya Indonesia, jubah ini diharapkan mampu menyampaikan pesan moral yang mendalam bagi dunia internasional.
Pada 1 November 2026, jubah ini akan diserahkan kepada Church of Our Lady Victorious, sebuah gereja yang memiliki makna penting dalam sejarah religi di Praha. Ini ini menunjukkan bahwa ula dari Indonesia sekali lagi dapat dijadikan sebagai medium untuk menjalin hubungan antarbudaya yang lebih kuat.
Pesan Kasih dari Indonesia untuk Praha
Misi budaya dan religius ini bertajuk Tresna Suci: Persembahan Indonesia untuk Kanak-Kanak Yesus dari Praha. Inisiatif ini merupakan hasil kolaborasi yang melibatkan berbagai pihak, dengan tujuan memperkenalkan nilai-nilai kemanusiaan lewat kekayaan tekstil Nusantara.
Ketua panitia, Maryati, menyatakan keinginan untuk menyampaikan pesan cinta kasih dan perdamaian melalui jubah ini. Proyek ini tidak hanya sekadar merancang busana, tetapi juga menjadi wujud ketulusan dan komitmen untuk memberikan makna lebih dalam.
Melalui karya ini, Anne berharap dapat menginspirasi masyarakat Indonesia dan dunia internasional akan pentingnya keberagaman dan persatuan. Pesan yang tersampaikan adalah tentang iman, cinta, dan damai yang universal, yang dapat diterima oleh siapa pun, di mana pun.
Dirangkai dari Perca Batik
Salah satu hal menonjol dari jubah Tresna Suci adalah cara pembuatannya yang unik, terbuat dari perca-perca batik yang berasal dari berbagai sumber. Anne Avantie mengungkapkan bahwa setiap serpihan kain memiliki cerita masing-masing, sehingga jubah ini kaya akan nilai spiritual dan emosional.
Anne menjelaskan bahwa proses penciptaan ini adalah bentuk merangkai kehidupan yang penuh makna. Dengan menggunakan kain sisa, dia ingin menyampaikan konsep bahwa keindahan dapat muncul dari hal-hal yang tampak tidak sempurna.
Dia menekankan pentingnya perjalanan kreatif yang dialaminya selama pembuatan jubah ini. Melalui bahan-bahan yang mungkin dianggap tidak layak, Anne mampu menciptakan karya yang murni, penuh jiwa, dan sarat makna.
Nilai-Nilai yang Tersimpan dalam Jubah
Tresna Suci menampilkan filosofi bahwa persatuan dan keberagaman dapat memberikan kekuatan dalam menciptakan sesuatu yang luar biasa. Jubah ini bukan hanya simbol fisik, tetapi juga refleksi dari semangat gotong royong dan ketulusan dalam menciptakan suatu karya.
Komunitas Kebaya Menari, yang dipimpin oleh Yanti Moeljono, memiliki harapan bahwa jubah ini akan menjadi jembatan antara budaya Indonesia dan masyarakat Praha. Ini adalah upaya untuk menunjukkan bahwa meskipun berasal dari latar belakang yang berbeda, kita semua terikat oleh nilai-nilai kemanusiaan yang sama.
Proyek ini diharapkan dapat membangkitkan dialog positif dan interaksi antara dua budaya. Dalam dunia yang semakin terhubung ini, karya Anne diharapkan bisa menjadi bentuk kontribusi nyata bagi perdamaian global.


