Miss Indonesia Banten 2022 Diva Andzani dan Peace Love Hidupkan Harapan untuk ODGJ di Palembang
2 mins read

Miss Indonesia Banten 2022 Diva Andzani dan Peace Love Hidupkan Harapan untuk ODGJ di Palembang

Di tengah gemerlap dunia hiburan, sering kali kita lupa akan isu-isu kemanusiaan yang penting. Diva Andzani, Miss Indonesia Banten 2022, mengambil langkah nyata untuk mengatasi masalah ini dengan mendirikan komunitas Peace Love yang bertujuan untuk memberikan harapan kepada sesama.

Baru-baru ini, Diva Andzani bersama timnya melaksanakan kegiatan sosial berjudul “Menghadirkan Harapan, Memanusiakan Sesama.” Kegiatan ini berlangsung di Yayasan Bagus Mandiri Insani, Palembang, yang merupakan tempat penampungan bagi orang dengan gangguan jiwa dan masyarakat yang terlantar.

Kegiatan ini berisi berbagai aktivitas sederhana namun bermakna, seperti makan bersama, merangkai bunga, bernyanyi, dan bermain gim interaktif. Interaksi ini menciptakan suasana yang hangat, penuh tawa, dan kebahagiaan bagi para penghuni yayasan.

Peran Penting Komunitas Dalam Kegiatan Sosial yang Menginspirasi

Kegiatan sosial Diva Andzani tidak hanya menargetkan pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga berusaha untuk memberikan dukungan emosional. Para penghuni yayasan merasa dihargai dan diperhatikan sebagai individu yang memiliki perasaan dan kebutuhan. Ini adalah langkah penting dalam memanusiakan mereka.

Dalam kegiatan ini, Diva Andzani tidak sendirian; ia menggandeng beberapa rekan, termasuk Miss Indonesia Sumatera Selatan 2022, Audra Nabila Kasanopha. Kolaborasi ini memperluas dampak kegiatan sosial yang mereka lakukan.

Tidak hanya itu, kehadiran Mareta Aulia, seorang dokter, juga memberikan kontribusi yang signifikan. Mareta melakukan pemeriksaan kesehatan bagi penghuni yayasan, memastikan mereka mendapat perhatian medis yang dibutuhkan.

Ketulusan Hati dalam Melayani Masyarakat yang Terpinggirkan

Diva Andzani mengakui adanya tantangan emosional ketika menjalani kegiatan ini. “Kami sempat merasa khawatir, mengingat pengalaman sebelumnya yang melibatkan anak yatim dan panti jompo,” ungkapnya. Kegiatan ini menuntut ketulusan hati dan keberanian untuk menghadapi ketidakpastian.

Emosi yang tidak stabil pada ODGJ memang menjadi tantangan tersendiri, dan itu menciptakan rasa takut yang wajar. Namun, komitmen mereka untuk memberikan kasih sayang dan perhatian lebih besar dari rasa takut tersebut.

Kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial yang penting dalam memberikan suara bagi mereka yang terpinggirkan. Melalui acara seperti ini, masyarakat diingatkan akan pentingnya kepedulian terhadap sesama.

Membangun Kesadaran dan Mendorong Partisipasi Masyarakat

Melalui kegiatan seperti “Menghadirkan Harapan, Memanusiakan Sesama,” Diva Andzani berupaya membangun kesadaran masyarakat. Pendidikan publik mengenai isu kesehatan mental dan pentingnya dukungan kepada ODGJ menjadi fokus utama.

Partisipasi masyarakat dalam kegiatan ini sangat diharapkan, karena setiap individu memiliki potensi untuk membuat perubahan. Dukungan dari berbagai elemen masyarakat akan memberikan lebih banyak harapan bagi mereka yang membutuhkan.

Kegiatan ini juga mengajarkan bahwa aksi kecil dapat membawa dampak besar. Dengan berbagi kasih sayang dan perhatian, kita dapat ikut memberikan kontribusi dalam kehidupan mereka yang mengalami kesulitan.