Rilis Tahta Versi Hipdut Cerita Perjuangan Melupakan Mantan
3 mins read

Rilis Tahta Versi Hipdut Cerita Perjuangan Melupakan Mantan

Billkiss, band city pop yang berasal dari Bogor, baru saja merilis karya terbarunya yang berjudul “Tahta (Hipdut Version)”. Rilisan ini menandai komitmen mereka dalam melakukan eksplorasi musikal di industri musik Tanah Air, mengikuti jejak sukses mereka sebelumnya dengan “25 Jam (Remix)” pada Desember 2025.

Dengan resmi dirilis pada 13 Februari 2026, “Tahta (Hipdut Version)” kini sudah bisa dinikmati di berbagai layanan streaming digital. Lagu ini dikenal sebagai salah satu single emosional Billkiss yang menggambarkan perjuangan melupakan mantan kekasih yang pernah berbagi cinta.

Dalam lagu ini, sosok “raja” dihadirkan sebagai simbol cinta yang belum sepenuhnya pudar, tetap berkuasa di hati meski hubungan sudah berakhir. Konsep ini mengajak pendengar untuk merenungkan tentang perasaan ketika harus merelakan seseorang yang pernah dekat.

Perubahan Aransemen yang Memikat dan Dinamis

Lirik lagu “Tahta” yang puitis dan menyentuh, sangat dekat di hati para pendengarnya, terutama mereka yang pernah merasakan kepedihan hati. Melalui versi hipdut ini, Billkiss memilih pendekatan yang segar dan berbeda, menyajikan aransemen yang menggabungkan elemen hip-hop dan dangdut.

Perubahan ini memberikan suasana baru yang berubah drastis, di mana perasaan melankolis dari versi aslinya sekarang bisa dinikmati dalam irama yang lebih energik dan ceria. Meskipun rasa sedih yang mendasarinya tetap ada, pengemasan beat yang lebih gembira membuat pendengar ingin berdansa.

Ini adalah langkah inovatif yang menunjukkan kemampuan Billkiss dalam beradaptasi dan menyajikan musik yang lebih menarik. Penonton diajak untuk merasakan sakit tetapi dengan cara yang lebih ceria dan menyenangkan.

Makna di Balik Versi Hipdut yang Spesial

Helvi, bassist Billkiss dan penulis lagu “Tahta” menjelaskan bahwa versi hipdut ini diluncurkan secara khusus untuk merayakan Hari Kasih Sayang yang jatuh pada 14 Februari. Menurutnya, lagu ini juga mengajak untuk merayakan rasa sakit akibat patah hati dengan pandangan yang lebih positif.

“Kami percaya bahwa patah hati dapat dirayakan melalui “Tahta” dengan cara yang berbeda,” ungkap Helvi mengenai tujuan di balik rilisan ini. Harapannya, pendengar bisa merasakan berbagai warna emosi lewat lagu yang telah mereka kembangkan.

Tujuan merayakan patah hati ini diterima dengan baik, karena mengubah persepsi negatif tentang cinta yang hilang menjadi pengalaman yang terasa lebih ringan. Pendengar pun bisa merasakan kedalaman lagu tanpa harus tenggelam dalam kesedihan.

Kehadiran “Nyawa Baru” dalam Versi Hipdut

Sementara itu, Maulin, vokalis Billkiss, juga memberikan pandangannya tentang versi ini. Ia menilai bahwa aransemen hipdut memberikan “nyawa” baru yang mampu menghidupkan emosi dari lagu tersebut, membawa kesedihan ke dalam suasana yang lebih bisa dinikmati.

“Ada nyawa baru di lagu Tahta versi hipdut ini, di mana hal yang sedih bisa disajikan dengan penuh kegembiraan,” kata Maulin. Dengan kata lain, lagu ini menunjukkan bahwa kesedihan tidak perlu selalu diratapi tanpa henti; ada cara baru untuk menghadapinya.

Billkiss ingin “Tahta (Hipdut Version)” menjadi karya yang relevan untuk setiap golongan. Dari mereka yang merasakan cinta yang mendalam hingga mereka yang berusaha berdamai dengan kenangan lama, semua dapat menemukan makna dalam lagu ini.