Data yang dirilis oleh Asosiasi Produser Drama Korea menunjukkan bahwa jumlah drama yang diproduksi di dalam negeri mengalami penurunan drastis. Dalam kurun waktu dua tahun terakhir, angka produksi ini merosot hingga sekitar 30 persen, dari 141 judul pada tahun 2022 menjadi angka yang jauh lebih rendah.
Sementara itu, alokasi tayang drama di tiga stasiun televisi terestrial juga mengalami penyusutan signifikan. Dari 91 judul pada tahun 2012, kini hanya tersisa 32 judul pada tahun 2023, menandakan perubahan drastis dalam industri pertelevisian yang perlu dicermati secara kritis.
Penyebab dari penurunan ini dianggap berlapis dan kompleks. Secara umum, biaya produksi yang semakin meningkat menjadi faktor utama, ditambah dengan kemampuan stasiun televisi yang semakin terbatas dalam berinvestasi serta menyediakan slot tayang untuk drama.
Faktor-Faktor yang Memicu Penurunan Produksi Drama
Asosiasi Produser Drama Korea mengidentifikasi sejumlah faktor yang berkontribusi terhadap penurunan produksi. Salah satu masalah utama adalah tingginya biaya yang harus dikeluarkan untuk setiap episode, sehingga Rumah produksi kesulitan untuk mendapatkan dana yang cukup.
Di samping itu, banyak stasiun televisi yang menghadapi cabang finansial yang menyusut. Hal ini menyebabkan banyak saluran memilih untuk menghentikan tayangan drama pada hari kerja, mengurangi jumlah kesempatan bagi para penulis dan kru untuk berkarya.
Aspek lainnya yang perlu diperhatikan adalah tantangan dalam mengamankan hak kekayaan intelektual (IP) yang semakin sulit. Dengan begitu banyaknya produksi di luar negeri yang mendominasi pasar, rumah produksi lokal tertahan dalam hal strategi dan kreativitas.
Dampak dari Penurunan Produksi pada Lapangan Kerja
Penurunan jumlah produksi yang tajam ini berpotensi berdampak negatif pada lapangan kerja di sektor tersebut. Kesempatan bagi penulis baru untuk menciptakan karya kedua atau bagi pemeran pendukung untuk naik ke peran utama menjadi semakin terbatas.
Hal ini juga menciptakan situasi di mana kru-kru pembantu yang ingin mengikuti jejak sutradara besar sulit menemukan peluang. Jika produksi terus-menerus menurun, keterampilan dan pengalaman mereka tidak akan terasah dengan baik.
Penurunan yang terjadi dalam industri ini tidak hanya akan mengancam karir individu, tetapi juga mengurangi keragaman cerita. Dengan berkurangnya jumlah drama yang dihasilkan, potensi inovasi dan eksplorasi tema baru menjadi sangat terbatas.
Pandangan Masa Depan untuk Industri Drama Korea
Dalam menghadapi tantangan ini, para pemangku kepentingan di industri perlu bersama-sama mencari solusi yang berkelanjutan. Penting untuk menemukan model bisnis baru yang dapat menyesuaikan diri dengan kondisi pasar dan meningkatkan daya saing produksi lokal.
Investasi dalam kapasitas produksi dan pelatihan untuk talenta baru juga menjadi langkah vital. Hal ini tidak hanya akan membantu memastikan kelangsungan industri, tetapi juga memperkaya variasi konten yang ditawarkan kepada penonton.
Apabila semua pihak bersatu dan berkomitmen, ada peluang untuk membalikkan keadaan dan memulihkan keterlibatan yang lebih positif di dalam industri. Dengan langkah yang tepat, drama Korea belum tentu akan kehilangan tempatnya di hati penonton.


