Karya tulis motivasi yang ditulis oleh Habib Jafar kini diadaptasi menjadi film yang berjudul Seni Merayu Tuhan. Film ini merupakan hasil produksi Wahana Kreator dan disutradarai oleh Cesa David Luckmansyah, direncanakan tayang di berbagai bioskop Indonesia pada 13 Agustus mendatang.
Pada kesempatan menjelang perilisan, tim filmmaker serta para pemain mengadakan konferensi pers di Epicentrum XXI, Jakarta, pada Selasa, 4 Agustus 2026. Diskusi ini bertujuan untuk memperkenalkan film serta menjelaskan proses kreatif di balik layar.
Salman Aristo, produser film tersebut, mengungkapkan betapa pentingnya proses transisi dari karya sastra menjadi bentuk visual. Ia menjelaskan bahwa mereka melakukan komunikasi intensif dengan Habib Jafar selama proses pengembangan, untuk memastikan esensi dari karya tersebut tetap terjaga.
Proses Kreatif Adaptasi Karya Sastra ke Film
Proses adaptasi karya sastra ke dalam format film adalah tugas yang penuh tantangan. Menurut Aristo, salah satu langkah utama adalah melakukan tahapan development yang terperinci, yang memakan waktu lebih dari satu tahun.
Selama tahapan ini, mereka tidak hanya menggali ide-ide dari Habib Jafar, tetapi juga mendiskusikan arah cerita dengan mendalam. Diskusi ini bertujuan untuk menentukan bagaimana narasi dan tema dari buku dapat diterjemahkan secara visual.
Kendala saat pengembangan juga menjadi bagian dari proses kreatif ini. Aristo mengakui bahwa mereka sempat mengalami kebuntuan dan perlu rehat sejenak untuk merumuskan ulang ide-ide yang ada.
Membangun Karakter yang Relevan dengan Generasi Kontemporer
Salah satu keputusan penting dalam adaptasi adalah pemilihan karakter. Mereka memilih karakter Gen Z sebagai fokus utama, yang menjadi keputusan besar dan memiliki dampak pada jalan cerita. Hal ini dianggap relevan dengan audiens masa kini.
Proses ini memang tidak mudah, karena karakter yang ditampilkan harus mampu mewakili nilai-nilai serta tantangan yang dihadapi oleh generasi saat ini. Pihak filmmaker ingin memastikan bahwa karakter yang dihadirkan memiliki keaslian dan kedalaman.
Aristo menambahkan bahwa kehadiran karakter yang relevan dapat membantu membangun koneksi emosional antara penonton dan cerita. Dengan begitu, film dapat memberikan dampak yang lebih mendalam dan menginspirasi.
Tantangan dan Kesenangan dalam Proses Pembuatan Film
Tantangan dalam pembuatan film tidak hanya terbatas pada proses kreatif, tetapi juga pada teknis produksi. Aristo mengungkapkan bahwa menggabungkan berbagai elemen film, mulai dari naskah hingga pemilihan lokasi, adalah sebuah proses yang memerlukan kerjasama yang baik.
Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah bagaimana mewujudkan elemen visual yang sesuai dengan tema film. Aspek ini sangat penting agar film tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sebuah karya yang mengandung pesan mendalam.
Melalui penuturan Aristo, tampak bahwa setiap anggota tim turut berkontribusi dalam mencapai visi yang sama. Kerja sama ini menjadi salah satu fondasi penting yang mendasari kelancaran proyek mereka.


